Pembelajaran Terintegrasi Lintas Bidang Studi

I. PENDAHULUAN

Struktur kurikulum untuk SMP dan MTs memuat jenis mata pelajaran yaitu: Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pengetahuan Sosial, Kesenian, Pendidikan Jasmani, dan Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi. Setiap

    • mata pelajaran itu mempunyai karakteristik yang berbeda sesuai disiplin ilmunya masing-masing. Siswa sebagai pembelajar diberi berbagai materi dari disiplin ilmu itu setiap hari sedikitnya menerima tiga atau lebih mata pelajaran dalam proses pembelajarannya. Seandainya setiap proses pembelajaran itu terdapat tugas dari berbagai mata pelajaran dengan berbagai variasi bentuknya, maka ada tiga tugas yang harus diselesaikan oleh siswa pada hari itu. Dengan demikian, hanya siswa yang aktif, kreatif dan cerdas dapat menyelesaikannya. Tidak menutup kemungkinan beban tugas ini terpaksa harus dikerjakan di rumah untuk penyelesaiannya karena waktu yang tersedia di sekolah terbatas.
      Perlu disadari bahwa perkembangan kemajuan sekarang semakin kompleks dan global. Dalam konteks itu, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dan bagaimana mencapainya. Dengan memperhatikan strategi pengajaran yang kontekstual, pada saat-saat tertentu dapat dilakukan merancang rencana pembelajaran terintegrasi lintas bidang studi. Penyusunan program pembelajaran ini berkaitan dengan strategi pengajaran antara lain berbasis inkuiri, pemodelan, dan proyek/tugas.
  • Pembelajaran akan lebih bermakna dengan merancang rencana pembelajaran lintas bidang studi. Merancang rencana pembelajaran bersama ini tidaklah semudah yang kita bayangkan. Banyak hal yang harus diperhitungkan seperti waktu, materi pembelajaran, strategi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan disiplin ilmu masing-masing. Apalagi kalau guru tentunya berbeda sikap idealismenya. Untuk hal yang demikian, guru hendaknya bersikap lebih profesional, kreatif, inovatif serta memiliki sikap kebersamaan yang tinggi agar dapat melaksanakannya.
    Sebagai hasil jerih payah bersama dalam merancang pengajaran terintegrasi lintas bidang studi ini terdapat kelebihan apabila dilaksanakan, antara lain:
    o Rencana pembelajaran dapat disusun secara bersama oleh guru dengan mata pelajaran yang berbeda.
    o Dapat membantu siswa dalam perjalanan mereka menjadi pembelajar mandiri yang efektif.
    o Tugas yang bervariasi dapat memotivasi siswa menyikapi tugas-tugas sebagai pekerjaan yang menantang untuk menemukan pemecahannya sendiri.
    o Seperti kata pepatah, sekali mendayung, dua – tiga pulau terlampuai. Maksudnya saat siswa mengerjakan tugas suatu mata pelajaran dan mereka dapat memanfaatkan untuk pembelajarab mata pelajaran lainnya.
    o Guru dapat mempelajari siswa-siswanya – siapa mereka, apa yang mereka ketahui, dan bagaimana mereka bekerja.
    Di samping kelebihan tentu ada juga kelemahannya, antara lain:
    o Kegiatan ini sangat menyita waktu ketika guru memonitor dan menjaga siswa agar tetap terlibat pada saat mereka menggunakan pekerjaan kelas atau pekerjaan rumah .
    o Siswa mudah kehilangan minat bila tugas rutin dan tidak bervariasi.
    o Siswa dapat melakukan tindakan yang tidak relevan, khususnya apabila tugas-tugas itu rutin.

    Pembelajaran kontekstual menginginkan kita agar menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyata. Kita diharapkan dapat mengaitkan antara pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa baik ketika berada di ruang kelas maupun di luar kelas, seperti mengadakan observasi. Apakah pembelajaran akan lebih bermakna dengan merancang rencana pembelajaran terintegrasi lintas bidang studi? Pembelajaran akan lebih bermakna dengan merancang rencana pembelajaran bersama lintas bidang studi. Akan tetapi banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam menyusun rancangan bersama ini. Agar tidak menyimpang dari permasalahan, maka pembahasan masalah dalam rancangan proyek bersama lintas bidang studi ini mencakup hal-hal berikut:
    1. Kapan membuat rancana pembelajaran bersama dilaksanakan?
    2. Apa yang dirancang dalam pengajaran terintegrasi lintas bidang studi?
    3. Bagaimana strategi pelaksanaan pembelajarannya?
    Permasalahan ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan persiapan mengajar guru ketika menyusun program pengajaran baik program tahunan maupun program semester.
    Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan gagasan kepada guru, bahwa ketika menyusun program pengajaran atau praktik pada materi tertentu dapat terintegrasi dengan merancang rencana pembelajaran bersama lintas bidang studi. Kelas dapat dijadikan lingkungan belajar yang lebih kontekstual, sebab dalam pembelajaran salah satu mata pelajaran dapat menunjang untuk mata pelajaran yang lain. Dengan demikian diharapkan pembelajaran akan lebih bermakna.
    Seperti uraian pada latar belakang di atas, bahwa setiap mata pelajaran itu mempunyai karakteristik yang berbeda sesuai disiplin ilmunya masing-masing. Merancang rencana pembelajaran terintegrasi lintas bidang studi diharapkan memberikan manfaat baik kepada guru, siswa, sekolah, dan usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ibarat sapu lidi, sesuatu yang dikerjakan bersama tentu akan terasa lebih ringan. Secara khusus bagi guru dan siswa diharapkan memberi manfaat:
    A. Bagi guru:
    a. Guru mempunyai rencana pembelajaran yang bermakna, jelas, dan menantang.
    b. Guru dapat bersama-sama memonitor saat siswa menggunakan pekerjaan kelas atau pekerjaan rumah siswa tetap terlibat.
    c. Guru dapat menganekaragamkan tugas-tugas berdasarkan ide bersama sehingga siswa merasa tertantang untuk menemukan pemecahannya.
    d. Guru dapat bersama-sama memonitor kemajuan siswa dalam pembelajaran melalui aktivitas mereka.
    B. Bagi siswa:
    a. Siswa mengetahui dengan jelas apa yang harus mereka kerjakan.
    b. Siswa merasa mampu menyelesaikan tugas-tugas mandiri yang mereka kerjakan dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
    c. Siswa merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang bervariasi.
    d. Siswa akan merasa terbantu dalam perjalanan mereka menjadi pembelajar mandiri yang efektif.

    II. BAGAIMANA PEMBELAJARAN TERPADU?
    1. Kapan membuat rancana pembelajaran bersama dilaksanakan?
    Sudah menjadi tugas pokok guru sebelum melaksanakan program pengajaran pada awal tahun pelajaran atau awal semester adalah menyusun pemetaan kompetensi dasar, silabus, sistem penilaian, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Kalau hal ini terlaksana tentunya guru dapat berkolaborasi bukan hanya pada satu mata pelajaran, tetapi juga untuk mata pelajaran yang lain melalui MGMP gabungan. Mengapa demikian? Sebagai contoh untuk mata pelajaran Bahasa dan Sastra kelas VIII pada semester II, terdapat kompetensi dasar melisankan naskah drama dan menanggapi pementasan drama. Pada mata pelajaran Kesenian terdapat kompetensi dasar membuat bentuk drama pendek dan mementaskan melalui gagasan kreatif dengan menggali keragaman proses, teknik, prosedur, media, dan materi teater. Guru Bahasa Indonesia dan Guru Kesenian dapat berintegrasi saat merencanakan RPP untuk materi yang relevan.
    2. Apa yang dirancang dalam pengajaran terintegrasi lintas bidang studi?
    Telah disebutkan di atas bahwa tugas pokok guru sebelum melaksanakan pembelajaran yakni menyusun seperangkat persiapan mengajar. Dengan memperhatikan pemetaan kompetensi dasar, silabus, sistem penilaian, dan RPP guru dapat merancang pengajaran terintegrasi lintas bidang studi melalui MGMP gabungan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan kolaborasi ini di antaranya: a) mengidentifikasi kompetensi dasar setiap mata pelajan yang relevan, b) merencanakan sumber belajar, c) merencanakan metode pembelajaran, dan d) merencanakan waktu pelaksanaan. Semua itu akan tertuang dalam RPP.
    RPP merupakan alat kontrol bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. RPP-lah yang mengingatkan guru tentang benda apa yang harus dipersiapkan, alat apa yang harus dibawa, langkah-langkah apa yang akan dikerjakan siswa. RPP-lah yang mengingatkan guru ketika akan berangkat ke sekolah, “Oh, aku lupa belum menggunting kertas karton menjadi empat bagian untuk dibagikan kepada anak-anak nanti!” (Nurhadi dkk, 2004).
    3. Bagaimana strategi pelaksanaan pembelajarannya?
    Pada pelaksanaan pembelajaran di kelas pendekatan kontekstual melibatkan tujuh komponen utama yang mendasari pembelajaran kontekstual. Komponen tersebut adalah (1) konstruktivisme, (2) bertanya, (3) menemukan, (4) masyarakat belajar, (5) pemodelan, (6) refleksi, dan (7) penilaian sebenarnya (Pendekatan Kontekstual, 2002).
    Konstruktivisme mengharapkan siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide. Siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dalam benaknya sendiri. Siswa menjadi pusat kegiatan yang terlibat aktif dalam proses belajar dan mengajar.
    Bertanya (Questioning) hampir dapat diterapkan pada semua aktivitas belajar. Anatar siswa dengan siswa, antara guru dengan siswa antara siswa dengan orang lain dan sebagainya. Bertanya merupakan suatu kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa.
    Menemukan (Inquiry) mengharapkan siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari hasil menemukan sendiri, sehingga dalam merancang kegiatan pembelajaran sebaiknya merujuk pada kegiatan menemukan. Kegiatan menemukan tidak hanya pada pelajaran sains saja, tetapi juga ini dapat diterapkan pada semua bidang studi.
    Dalam masyarakat belajar menghendaki hasil pembelajaran dari kerjasama dengan orang lain. Siswa dapat bertanya kepada temannya (sharing) sebagai proses komunikasi dua arah untuk saling belajar. Saling memberi dan saling menerima pengetahuan, pengalaman, atau keterampilan. Jadi tidak ada pihak yang menganggap paling tahu karena orang lain bisa menjadi sumber belajar.
    Pemodelan (Modeling) mengharapkan dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Guru bukan satu-satunya model. Model dapat juga didatangkan dari luar seperti siswa lain, tokoh, media dan lain-lain. Contoh itu perlu, bukan untuk ditiru persis tetapi sebagai acuan pencapaian kompetensi siswa.
    Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan di masa lalu. Pelaksanaan refleksi pada akhir kegiatan pembelajaran. Contoh kegiatan refleksi berupa pertanyaan langsung, “Bagaimana pendapatmu mengenai kegiatan hari ini?”
    Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) adalah prosedur penilaian kontekstual. Penilaian autentik merupakan kegiatan mengukur semua aspek pembelajaran: proses, kinerja, dan produk yang dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Penilaian menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber untuk mengetahui kedalaman pengetahuan dan keahlian siswa. Tes hanyalah salah satu alat pengumpulan data penilaian. Tugas-tugas yang diberikan harus mencerminkan bagian-bagian kehidupan siswa yang nyata setiap hari.
    Berdasarkan komponen-komponen tersebut, maka strategi pengajaran yang dapat kita lakukan sangat beragam, salah satu di antaranya adalah pengajaran berbasis proyek/tugas. Mengapa? Karena pengajaran berbasis proyek/tugas ini mempunyai empat prinsip, yaitu:
    1) Membuat tugas bermakna, jelas, dan menantang.
    2) Menganekaragamkan tugas-tugas.
    3) Menaruh perhatian pada tingkat kesulitan.
    4) Memonitor kemajuan siswa.
    Berikut ini adalah pengalaman dalam melaksanakan pembelajaran terintegrasi lintas bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia dengan bidang studi Kesenian. Merupakan suatu kebetulan pada tahun pelajaran 2005/2006 untuk semester II penulis mengajarkan kedua mata pelajaran tersebut pada jenjang kelas yang sama, yaitu kelas VIIIa di SMP Negeri 1 Dusun Tengah. Kompetensi yang menjadi sasaran pembelajaran terintegrasi adalah menanggapi pementasan drama satu babak (Bahasa dan Sastra Indonesia) dengan membuat bentuk drama pendek dan mementaskan melalui pengembangan gagasan kreatif (Kesenian). RPP terlampir. Dala pelaksanaan pembelajaran, siswa sangat antusias dan aktif mulai dari persiapan, melaksanakan pementasan, dan memberikan tanggapan atau komentar.

    4 Comments

    1. Assalamualaikum
      Artikelnya sangat bermanfaat. Saya memerlukan artikel penuhnya. tolong ya dikirim ke email saya di atas. Saya tunggu
      Amelia Setiawati
      Guru SMP Global Islamic School (GIS)

    Komentar ditutup.