Teknik Menulis Naskah Drama

Menciptakan setting (latar) adalah menggambarkan situasi tempat terjadinya
peristiwa, misalnya sebuah apatemen yang mempunyai tiga pintu; satu untuk ke kamar mandi, satu untuk ke wc, dan satunya lagi untuk keluar. Hanya ada sebuah jendela dengan korden baru tetapiharganya murah tergantung di jendela itu.
Melakukan eksplorasi

    • yaitu menjelajahi tempat (lingkungan), sekurang-kurangnya satu tempat yang bersuasana ramai (sibuk) dan yang satunya lagi bersuasana sepi, serta menyaring stiap orang dengan aktivitasnya. Kita catat sebanyakmungkin detail tempat itu.
      Menulis latar yaitu dengan mengobservasi sebuah lingkungan baik yang sedang diamati maupunlingkungan masa lampau, kemudian menyusun daftar tanggapan panca indra terhadap detail-detail lingkungan tersebut.
      Menciptakan tokoh yaitu mendeskripsikan secara ringkas tentang tokoh. Susunan tokoh drama adalah daftar tokoh-tokoh yang berperan dalam drama itu. Dalam susunan tokoh perlu dijelaskan adalah nama, umur, jenis kelamin, tipe fisik, jabatan, dan keadaan kejiwaannya. Penulisan lakon sudah menggambarkan perwatakan tokoh-tokohnya.
      Mendenkripsikan tokoh adalah bagaimana tokoh sekarang berdasarkan hasil observasi tokoh masa lampau yang ada dalam kenangan. Detail yang harus dideskripsikan ialah ada dan bagaimana tokoh mengenakan pakaian, bersamaan dengan itu juga bagaimana profil kepribadian tokoh dengan mengacu kepada sejarah singkat kehidupannya.
      Meletakkan tokoh dalam latar yaitu menempatkan tokoh masa sekarang ke dalam tokoh masa lampau. Tokoh diciptakan tampil sederhana dengan sepotong kegiatan yang spesifik, dengan beberapa bagian latar tempat tokoh-tokoh itu melakukan kegiatan yang beralasan.
      Menciptakan tokoh berbicara yaitu dengan mempertemukan dua orang tokoh yang saling berhubungan, sehingga muncul dialog. Dapat pula dilakukan dengan menemukan dua tokoh antagonistik yang berbicara secara monolog.
      Menempatkan semua elemen bersama-sama menjadi skenario dasar, yaitu dengan menuliskan sebuah deskripsi naratif yang berisi segala sesuatu yang terjadi dalam adegan yang merupakan penempatan bersama-sama elemen menjadi kesatuan yang kohesif.
      Menulis serangkaian adegan ke dalam draf. Berdasarkan atas eksplorasi terhadap skenario dasar, kita buat draf pertama untuk sebagian adegan. Di sini dapat kita tuliskan sebagian adegan yang berisi konflik tajam, penuh kekuatan yang terjadi di antara dua tokoh.
      Penulisan draf kedua: menulis kembali draf pertama yaitu merangkai draf pertama dan menciptakan konflik bergerak dengan kekuatan penuh, sehingga cerita bergerak maju. Menciptakan rintangan-rintangan dan taktik-taktik dirasakan kongkret dan hidup, situasi sudah benar, dan dialog-dialog sudah dirasakan wajar.
  • 12 Comments

    1. salam kenal. pak saya mo tanya ada gak cara agar pemain drama merasa lebih percya diri dalam memerankan drama, terkadang pemain drama merasa malu. dan bagaimana cara melakukan akting yang baik dalam bermain drama.

      • Cara agar pemain drama merasa lebih percaya diri antara lain dengan teknik latihan dan meditasi. Kalau latihannya serius dan meyakinkan tentu pemain akan merasa percaya diri, ada baiknya setiap kali mau latihan dilakukan meditasi terlebih dahulu.

        terima kasih

      • Tuk Pak Bagus,
        Dalam skenario atau naskah drama ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu ada kalaimat langsung yang menjadi dialog, dan ada pula kalimat tak langsung yang berupa pernyataan atau keterangan.
        Kita tahu bahwa setiap awal kalimat tentu menggunakan huruf kapital, dan tentu sama halnya pada kalimat dialog dalam naskah drama, karena semua itu merupakan sebuah ungkapan atau pernyataan lengkap (menurut ilmu bahasa adalah kalimat yang apabila dalam bahasa tulisan, dituliskan dengan diawali huruf kapital dan diakhiri tanda baca akhir sesuai isi pernyataan tersebut).

        terima kasih

    2. Pak Umar tolong buatin Naskah Drama Buat Saya dong temanya tentang

      Persahabatan
      Soal’y saya Pengen Punya Naskah Drama tentang Persahabatan ………

      Tolong Ya Pa Umar ???????????????

      Pentiiiiiiiiiiing Bangetzzzzzzzzz

    3. Trim atas kunjungan yuni…
      Ya, memang benar juga tuh kalau anak-anak SD sebenarnya sudah dilatih dengan permainan, atau bahkan bermain peran, semoga saja anak SD dengan permainan dapat menciptakan karakter, setting, dan alur dalam menulis naskah drama.

    4. trims kunjungannya, salam kenal dulu ya…
      maaf kalau terlambat membalas, karena saya baru membuka situs saya dan baru membaca komentar Anda.
      Maaf kalau keterangan ini nanti dipandang kurang, sebab terbatasnya pengalaman pak Umar…
      Menurut saya …, he…he…he…. seperti seorang diplomatik kedengarannya….,
      bahwa tema “Ekspresi Kepribadian Remaja yang Merefleksikan Budaya Bangsa” itu tentu merupakan realitas kepribadian para remaja saat ini yang berkaitan dengan budi pekerti/sikap dan prilakunya dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan bahkan berbangsa. akan tetapi perlu dipahami lagi tulisan saya berikut ini,
      Melakukan eksplorasi yaitu menjelajahi tempat (lingkungan), sekurang-kurangnya satu tempat yang bersuasana ramai (sibuk) dan yang satunya lagi bersuasana sepi, serta menyaring setiap orang dengan aktivitasnya. Kita catat sebanyakmungkin detail tempat itu.
      Menulis latar yaitu dengan mengobservasi sebuah lingkungan baik yang sedang diamati maupun lingkungan masa lampau, kemudian menyusun daftar tanggapan panca indra terhadap detail-detail lingkungan tersebut. Sebagai contoh kecil saja, mari kita amati dan kita catat watak atau kepribadian seseorang remaja dari keluarga sederhana, kemudian kita catat juga seseorang yang berasal dari keluarga yang kehidupannya tergolong mewah, kemudian kita bandingkan — kita bukukan hasilnya.
      Barulah kita tuangkan latar yang meliputi tempat, waktu, dan suasananya.
      Atau kita coba bandingkan remaja yang hidup di kota dan remaja yang hidup di desa — tentunya yang kita catat perbedaannya. Bagaimana cara remaja desa atau remaja dari keluarga sederhana memberi hormat kepada saudara, teman, orang tua, guru, atau bahkan pada para pahlawannya? Bagaimana pula sebaliknya remaja dari keluarga yang tergolong mewah tadi? Termasuk pula di sini cara bergaul dengan sesama.
      Tema itu kan pokok permasalahan yang membatasi pembicaraan atau ruang lingkup bahasannya. Kalau boleh dikatakan bahwa tema itu sebagai pedoman untuk penjabaran ide ceritanya.
      Trims’ salam kenal dari pak Umar.

    5. pak Umar, saya coba liat di internet gmn ce susunan naskah drama yang baik…..

      kan saya mau ikut lomba buat naskah drama dengan tema
      “Ekspresi Kepribadian Remaja yang Merefleksikan Budaya Bangsa” saya bingung latar yang ingin saya tampilkan di mn…

      gitu…..

      mohon bantuannya ya.. pak….

      saya tunggu……

      terima kasih….

      matur nuwon….

    6. satu hal. sayang di sini apresiasi pada kegiatan kebahasaan dan seni sangat rendah. Hampir setiap kegiatan di ladangku tercurah habis untuk kegiatan olahraga. padahal kalau saya perhatikan pada struktur postir dan peluang, kegiatan olahraga di ladangku hanya bertaraf rekreasi dan kesegaran jasmani. sama seklai belum mengarah pada olahraga prestasi. Sebagai contoh sepak bola, voly dan basket yang selama ini menjadi andalan kegiatan di ladangku belum pernah melahirkan alet bertaraf provinsi atau belum mengarah pada profesi anak.
      Sebuah tantangan untuk kita guru bahasa, biarkan semua mengalir begitu saja atau buat sebuah ide untuk mengangkat potensi anak dari segi kebahasaan. Hal ini sejalan dengan artikel sekolah berstandar A+, bahwa potensi anak sangat ragam dan tidak bisa dipaksa harus seragam.
      terima kasih komentarnya
      hanya sampean salah menulis pada kotak website sehingga link gak jalan
      viva pendidikan

    Komentar ditutup.