SEPULUH PETUNJUK DALAM MEMAHAMI PUISI

Menurut Esten (1998:31-56) dinyatakan bahwa di dalam puisi akan berlangsung beberapa proses yang tidak begitu terasa dalam prosa. Proses tersebut adalah: pertama, proses konsentrasi, kedua proses intensifikasi, dan ketiga proses pengimajian. Jika sebuah kata di dalam prosa cenderung mengikuti makna denotatif, maka sebuah kata di dalam puisi justru cenderung meninggalkan makna denotatif tersebut dan membentuk makna yang bersifat konotatif. Sebagai contoh, kata “bulan” di dalam prosa akan berbeda makna dengan “bulan” di dalam sebuah puisi.
Untuk memahami sebuah puisi dengan baik dan benar diperlukan beberapa prinsip dan petunjuk yang harus dipegang.
Prinsip dan petunjuk itu akan membantu mempercepat proses pemahaman terhadap sebuah puisi. Adapun petunjuk tersebut sebagai berikut.
1. Perhatikan judulnya
2. Lihat kata-kata yang dominan
3. Selami makna konotatif
4. Berdasarkan makna yang terungkap di dalam larik atau bait, maka makna yang lebih benar adalah makna yang sesuai dengan struktur bahasa
5. Jika mau menangkap pikiran di dalam sebuah puisi, prosakanlah (parafrasekanlah) puisi itu
6. Usut siapa yang dimaksud kata-ganti yang ada dan siapa yang mengucapkan kalimat yang ada di dalam tanda kutip (jika ditemukan di dalam sebuah puisi
7. Antara satu unit dengan unit yang lain di dalam sebuah puisi, membentuk satu kesatuan (keutuhan makna), temukan pertalian makna antara unit tersebut
8. Cari dan kejar makna yang tersembunyi
9. Perhatikan corak sebuah sajak, sebab ada puisi yang lebih mementingkan unsur formal dan ada yang lebih mementingkan unsur puitis
10. Apa pun tafsiran terhadap sebuah puisi, maka tafsiran tersebut harus bisa dikembalikan kepada teks, dengan artikata, setiap tafsiran harus berdasarkan teks

3 Comments

Komentar ditutup.