BERLATIH MENULIS PUISI DENGAN 23 SESI LATIHAN

Menurut Taufik Ismail dalam bukunya yang berjudul “Bimbingan Penulisan Puisi” menyatakan bahwa dalam penulisan puisi merupakan suatu kenikmatan, seperti kalau kita yang sudah bisa berenang dan pasti ingat kenikmatan ketika baru pandai berenang. Sehingga, kalaupun itu sudah bertahun-tahun, kenikmatan itu bertahan terus-menerus setiap kali kita mencebur ke air dan berenang.
Nah, di sini kita mendapat ajakan untuk berlatih menulis puisi dengan 23 sesi latihan.
Bagian pertama menulis bebas ada 14 ragam sesi.meliputi (1) keinginan, (2) bunyi, (3) alam, (4) mimpi, (5) fantasi tak masuk akal, (6) metafor, (7) menjelma hewan menjelma benda, (8) akrostik, (9) asonansi, (10) aliterasi, (11) rima, (12) puisi gambar atau piktogram, (13) permainan kata, dan (14) latar pendengaran musik.
Bagian kedua menulis puisi terikat ada 2 ragam meliputi bentuk puisi Jepang yaitu, (1) haiku dan (2) tanka.
Bagian ketiga diperuntukkan latihan menulis pantun ada 7 sesi yang menggarap tema (1) cinta, (2) jenaka atau gembira, (3) budi pekerti atau relijius, (4) kritik sosial, (5) anti madat atau anti kekeresan, (6) kematian atau kesedihan, dan (7) patah cinta.
Bentuk latihan
1. Keinginan
Latihan menulis puisi minimum satu baris dimulai dengan Aku ingin.
Setiap baris berisi (a) sebuah warna, (b) seorang manusia, (c) sebuah tempat (boleh jalan, desa, kota, negara, benua).
Contoh:
Aku Ingin
Aku ingin meraih pulau seribu dengan sampan ungu bersama nelayan-nelayan yang kesepian.
2. Simile
Latihan menulis dengan simile atau perbandingan, dalam menulis puisi dapat kita gunakan kata perbandingan seperti, mirip atau bagaikan.
Contoh:
Detak
Lentera kecil berkedip seperti bintang menerangi awan
3. Bunyi
Latihan menulis dengan bunyi atau tiruan bunyi, berasal dari benda, hewan, mesin, instrumen musik, atau apa saja yang mungkin mengeluarkan bunyi.
Contoh:
Tik Tak
Tik tak tik tak tik tak, jam dinding ikut menambah seramnya malam di rumah tua
4. Alam
Latihan dengan memasukkan alam dalam baris puisi. Dalam baris ada kata gunung, bukit, laut, danau, langit, awan, sungai, dan semacamnya diikuti dengan sebuah warna.
Contoh
Danau, Awan Hitam
Danau yang luas terbentang biru
Awan berarak hitam menutup sinar mentari
5. Mimpi
Berlatih menulis puisi dimulai dengan Aku bermimpi …
Dalam puisi masukkan unsur (a) warna, (b) bunyi, (c) manusia, (d) nama tempat
6. Fantasi Tak Masuk Akal
Latihan penulisan ini dimulai dengan Kutemukan …
Dalam puisi masukkan unsur (a) warna, (b) hewan atau benda, (c) alam
7. Metafor
Di setiap baris ada metafor atau perbandingan menggunakan kata adalah
Jangan lupa masukkan unsur (a) warna, (b) hewan/benda, (c) manusia, (d) tempat, (e) alam
8. ........//

5 Comments

  1. Mantap mentong, memang seharusnya ampah jadi ibu kota kabupaten, daripada tamiang layang. salah satu faktor penyebabnya adalah tenaga pendidik yang bermutu seperti mas ini. Wah kalau smp 1 dusun tengah punya segudang kapablitas seperti mas ini, mungkin ampah kota termaju di Kal-Teng. Salam caiyo

  2. Tank’s komentarnya
    lam… balik dari umar bakri buat christy

    bagus sekali…
    latihan menulis dik chris…
    ungkapan kata-kata dik chris menurut saya sdh termasuk jenis puisi sesuai petunjuk Pak Taufik Ismail, tinggal pengaturan baris agar setiap ungkapan memuat sebuah konsep makna misalnya pada baris-baris ini:
    angin berhembus menapar wajah ku yg tnpa warna hati ku bergejolak bagai d terpa ombak d tepi pantai gemuruh petir bergelegar seakan berteriak menyuruh ku untk brlari dari duri2 yg saat ini ada d sekeliling ku……… dapat dikelompokkan sebagai berikut:
    angin berhembus menapar wajah ku yg tnpa warna
    hati ku bergejolak bagai d terpa ombak d tepi pantai
    gemuruh petir bergelegar seakan berteriak menyuruh ku
    untk brlari dari duri2 yg saat ini ada d sekeliling ku………

    he..he..he… tapi ini hanya ungkapan perasaan saja kan? semoga buka kenyataan yang adik tulis.

  3. lam knl nama aku christy aku br berusia 19 thn

    aku seneng bgt dengerin musik,dari aku kelas 6 SD,aku jg sering nulis2 gt semua tertuang gt aja saat aku dengarin musik…tp aku gak tau apa itu d sebut puisi atau bkn hal itu berlangsung dr aku sekolah dasa sampe skrng..

    cnth: d saat malam datng gelisah dalm hati menjerit namun aku tak mampu….

    malm berganti malam tetap saja aku sandiri,menanti cahaya terang cahaya suci yg menyinar tiap malm2 glap cahaya dari surga yg mampu mengganti mlm2 ku yg suram

    angin berhembus menapar wajah ku yg tnpa warna hati ku bergejolak bagai d terpa ombak d tepi pantai gemuruh petir bergelegar seakan berteriak menyuruh ku untk brlari dari duri2 yg saat ini ada d sekeliling ku………

    minta pendapat y dong?????

Komentar ditutup.