Lagu Banjar & Madihin Merupakan Syair Modern

Syair termasuk puisi lama. Kata syair berasal dari kata Arab syuur yang berarti perasaan. Syair dianggap orang Melayu sebagai buah kesastraan nenek moyang dan merupakan milik bangsa sendiri.
Isi syair sebenarnya adalah sebuah cerita. oleh karena itu, berdasarkan isinya, syair dibedakan menjadi dongeng, syair kiasan/sindiran, syair hikayat, syair kejadian/peristiwa, dan syair budi pekerti/agama.
Sebenarnya, kalau kita perhatikan secara umum lagu-lagu melayu banjar dan yang lebih khusus adalah kesenian (seni madihin). Ternyata larik-larik atau pun baris-barisnya selalu beraturan (dalam hal ini rima atau persamaan bunyi akhir larik). Jadi kalau pun ternyata era sekarang kita sudah jarang/sulit menemukan syair seperti contoh di bawah ini, lagu/larik seni madihin mempunyai kemiripan dan boleh dikatakan itu adalah syair.
Untuk memahami karakteristik syair, bacalah syair ini dengan cermat, kemudian kerjakan latihan berikut di bawah ini!

Sekiranya Anda mau download contoh lagu banjar klik sini

Dengan bismillah permulaan warkat
Diambil kertas kalam diangkat
Pena dan tinta jadi serikat
Menyampaikan hakikat dengan hasrat

Pena menyelam dawat menyambut
Terbentang kertas putih umbut
Kalam menari kata disebut
Jejak terbentang sebagai rambut

Awal mulanya surat direka
Kenangan menyerang tidak berjangka
Siang malam segenap ketika
Wajah tuan rasa di muka

Surat inilah pengganti diri
Datang menjelang muda bestari
Duduk berbincang berperi-peri
Melepas rindu hati sanubari
(karya Sabaruddin Ahmad)

Kegiatan 1
1. Berapakah jumlah larik tiap bait?
2. Apakah syair memiliki sampiran seperti pantun? Apa bedanya?
3. Bagaimana rima/persajakannya?
4. Bagaimana hubungan antara bait yang satu dengan bait lainnya?
5. Bagaimanakah penggunaan bahasanya?

Kegiatan 2
1. Setelah kamu membaca syair di atas, tema apakah yang dapat kamu simpulkan?
2. pesan/amanat apa yang dapat kamu ambil berdasarkan isi syair tersebut?

4 Comments

Komentar ditutup.