Tentang PTK

APA DAN BAGAIMANA PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)?

Pendahuluan
Banyak upaya dilakukan untuk meningkatkan dan memperbaiki mutu pendidikan. Salah satu pemecahan berbagai masalah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan adalah pemanfaatan penelitian pendidikan. Akan tetapi penelitian ini diklasifikasikan menjadi penelitian pendidikan dan penelitian tindakan kelas atau sering disebut PTK. Penelitian pendidikan sudah barang tentu dilakukan oleh pakar atau peneliti dari luar. Peneliti dari luar yang bukan guru kelas, tentu kurang memahami benar masalah yang terjadi di kelas. Bahkan permasalahan penelitian tersebut barangkali kurang dihayati oleh guru kelas dan dengan sendirinya guru tidak atau sukar untuk dapat memanfaatkan hasil penelitian itu secara langsung.

Apakah PTK itu?
Tentu banyak orang (guru) sudah mengetahui bahwa PTK itu adalah Penelitian Tindakan Kelas. Bagaimana bentuk PTK itu?
Jawaban kebanyakan orang (guru) menyatakan bahwa PTK itu semacam bentuk penelitian tindakan kelas, seperti permasalahan kurang atau minimnya hasil pembelajaran, metode, media dan lain-lain.
Sebenarnya PTK itu bersifat relatif. Artinya, dalam proses penelitian itu kita sebagai guru sekaligus peneliti selalu memikirkan apa dan mengapa suatu dampak tindakan terjadi di kelas. Berdasarkan pemikiran itu, kita dapat mencari pemecahannya melalui tindakan-tindakan pembelajaran suatu materi pembelajaran.
Untuk lebih memahami PTK, di sini saja kemukakan beberapa pendapat.
Suyanto (1997), mendifinisikan PTK sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional. Sejalan dengan itu, Tim pelatih Proyek PGSM (1999) menyatakan bahwa PTK sebagi suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan.
Berdasarkan pendapat di atas, secara garis besar dapat kita definisikan bahwa PTK merupakan (a) bentuk kajian yang sistematis-reflektif, (b) dilakukan oleh pelaku tindakan (guru), dan (c) dilakukan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran.

Apakah manfaat PTK itu?
Dengan PTK, guru akan memperoleh manfaat praktis; ia dapat mengetahui secara jelas masalah-masalah yang ada di kelasnya dan bagaimana mengatasi masalah itu. PTK mempunyai manfaat untuk inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum di tingkat sekolah, dan peningkatan profesionalitas guru.

Karakteristik PTK
PTK bercirikan perbaikan praksis pembelajaran dari dalam, kolaboratif, dan reflektif.
Permasalahannya sekarang, ada banyak guru yang telah melakukan PTK itu secara alami, akan tetapi belum sistematis dan menemui jalan buntu saat ingin membuat sebuat laporan catatan penelitian yang ia lakukan serta menuliskannya dalam bentuk karya tulis ilmiah yang tentunya dapat dijadikan bahan sebagai pengembangan profesi guru itu sendiri. Hal ini saya kemukakan karena ada beberapa teman sejawat yang bercerita bahwa saat pembelajaran di kelas siswa menemui kesulitan, umpamanya pada (materi SMP kelas VII) menulis puisi berdasarkan pengalaman. Saat pertemuan berikutnya dia membagi siswa menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok diberi tugas keluar kelas dan mengamati beberapa objek yang telah ditentukan. Masing-masing siswa dalam kelompok tersebut mendapat tugas lagi mengamati objek secara detail, dan masing-masing disuruh menuliskan hasil pengamatan itu ke dalam beberapa kata saja. Selesai mengamati objek, siswa diajak ke kelas, serta masing-masing kelompok menuliskan kata-kata itu secara berututan. Ternyata hasilnya lumayan, siswa dapat mengembangkan kata-kata itu menjadi rangkaian baris atau larik puisi.
Peristiwa ini hanya berlalu begitu saja menjadi pengalaman guru dan dalam bentuk pemikiran dan dilaksanakan begitu saja. Seandainya pengalaman ini ditulis secara sistematis tentu guru lain yang mengajarkan materi yang sama dapat mengambil contoh atau mengadopsi dan bahkan mengembangkan lebih jauh lagi.

Siklus PTK
Siklus PTK bersifat spiral, dan PTK dilaksanakan dalam wujud proses pengkajian berdaur yang terdiri atas empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Jika kita melakukan suatu refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, kemudian mengadakan penelitian, maka pada akhir tindakan itu kita kembali mengadakan refleksi untuk perbaikan selanjutnya, dan refleksi ini kita lakukan secara terus-menerus sampai praksis pembelajaran di kelas berhasil dengan baik.

Prinsip PTK
1. Tidak mengganggu komitmen mengajar
2. Tidak terlalu menyita waktu
3. Metodologinya andal
a. Identifikasi dan rumusan hipotesis yang meyakinkan
b. Strategi dapat diterapkan di kelas
4. Merupakan masalah guru
5. Konsisten terhadap prosedur etika
6. Permasalahan ada dalam persepektif misi sekolah

Prosedur pelaksanaan PTK
1. Penetapan focus masalah penelitian
a. Merasakan adanya masalah
b. Identifikasi masalah PTK
c. Analisis masalah
d. Perumusan masalah
2. Perencanaan tindakan
a. Formulasi solusi dalam bentuk hipotesis tindakan
b. Analisis kelaikan hipotesis tindakan
c. Persiapan tindakan
3. Pelaksanaan tindakan dan observasi interpretasi
a. Pelaksanaan tindakan
b. Observasi dan interpretasi
c. Diskusi balikan
4. Analisis dan refleksi
a. Analisis data
b. Refleksi
5. Perencanaan tindakan lanjutan