ACTION PLAN MGMP RENDRA

ACTION PLAN

IDENTITAS

Nama MGMP        : MGMP RENDRA BAHASA INDONESIA

Alamat            : SMP Negeri 1 Dusun Tengah

No. Telp / Fax.    : (0522) 31325

Contact Person    : HAMDAN, S.Pd (Hp.085651272502)

E-mail            : hamdanandan@yahoo.co.id

Webblog         : http://elyhamdan.wordpress.com

 

No. 

Kegiatan 

Indikator Keberhasilan 

Sasaran 

Penanggung jawab 

Tempat 

Waktu 

Dokumen/ Rekaman Kegiatan 

In-service

(3 hari)

Terpahaminya model MGMP Bermutu

Anggota MGMP dapat mengakses materi online

Terwujudnya satu buah artikel kajian kritis

Tersusunnya contoh silabus dan RPP

Terpahaminya metode dan model-model pembelajaran

Terpahaminya program MGMP Bermutu 

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah

Ketua/PengurusMGMP

Guru Pemandu

Kepala Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Hari Senin – Rabu,

Tgl. 2 – 4 Nov. 2009

Program Kegiatan

Artikel

Contoh Silabus dan RPP

Print Out materi online

Foto Kegiatan 

2 

Identifikasi Masalah

Teridentifikasinya masalah pembelajaran.

Terpilihnya masalah pembelajaran yang akan di angkat sebagai bahan PTK.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 7 Nov.2009

Identifikasi masalah pembelajaran

3 

Identifikasi Masalah

Teranalisisnya masalah pembelajaran yang akan di PTK-kan.

Tersusunnya kalimat rumusan masalah PTK.

Terwujudnya satu buah artikel kajian kritis

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 14 Nov.2009

Sebuah masalah pembelajaran yang dipilih untuk bahan PTK

Sebuah artikel kajian kritis

4 

Perencanaan Tindakan

Tersusunnya rencana tindakan perbaikan pembelajaran.

Tersusunnya perangkat untuk perbaikan pembelajaran.

Terwujudnya instrumen untuk pengumpulan data.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 21 Nov.2009

Sebuah rencana tindakan perbaikan

Perangkat Silabus dan RPP untuk tindakan perbaikan

Instrumen pengumpulan data  

5 

Pelaksanaan Tindakan

Terlaksananya pembelajaran sesuai dengan rencana tindakan.

Terlaksananya observasi pembelajaran dalam bentuk open class dengan menggunakan lembar observasi.

Terkumpulnya data tentang hasil pelaksanaan dengan menggunakan instrumen yang sesuai.

Terlaksananya diskusi refleksi berdasarkan hasil observasi pembelajaran.

Tersusunnya satu Case Study berdasarkan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu

Kepala Sekolah 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 28 Nov.2009

Kumpulan lembar data observasi pembelajaran dalam open class

Sebuah case study hasil pelaksanaan pembelajaran 

6 

Analisis dan Interpretasi

Terwujudnya data hasil observasi pelaksanaan rencana tindakan.

Terlaksananya penyajian data dalam berbagai bentuk.

Terwujudnya analisis data kualitatif dan data kuantitatif.

Terpahaminya hasil analisis data.

Terwujudnya hasil analisis dan interpretasi data sebagai bahan refleksi.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 5 Des. 2009

Data hasil observasi dalam bentuk data kualitatif dan data kuantitatif

 

Sebuah deskripsi hasil analisis data sebagai bahan refleksi

7 

Refleksi dan Tindak Lanjut

Terpahaminya pengertian refleksi dan tindak lanjut.

Terlaksananya refleksi berdasarkan data hasil open class bersama.

Terwujudnya refleksi berdasarkan data hasil pelaksanaan tindakan di kelas masing-masing.

Tersusunnya rencana tindak lanjut

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu

Dosen LPTK

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 12 Des.2009

Sebuah deskripsi hasil refleksi terhadap pelaksanaan open class

 

Sebuah rencana tindak lanjut berdasarkan hasil refleksi (proposal)

8 

Keteram pilan ICT

1& 2

Peserta kegiatan dapat mengoperasikan computer dengan program Microsoft Word.

Peserta kegiatan dapat mengoperasikan computer dengan program Microsoft Excel.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu

Kepala Sekolah

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 19 Des.2009

Print out hasil ketikan dengan Microsoft Word

 

Print out hasil ketikan dengan Microsoft Excel 

9 

Keteram pilan ICT

1& 2

Peserta kegiatan dapat mengoperasikan computer dengan program Microsoft Power Point untuk presentasi.

Peserta kegiatan dapat memanfaatkan informasi dan berkomunikasi tentang pembelajaran melalui materi online.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu

Kepala Sekolah 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 9 Jan.2010

Print out data presentasi dengan program Power Point

Print out hasil download materi tentang pembelajaran 

10 

Identifikasi Masalah

Menentukan ruang lingkup permasalahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Mengidentifikasi permasalahan yang bisa dijadikan PTK dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Mengklasifikasikan permasalahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Menganalisis permasalah dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Menentukan solusi atau pemecahan masalah.

Merumuskan masalah terkait dengan pembelajaran bahasa Indonesia.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 23 Jan.2010

Identifikasi masalah pembelajaran

 

Sebuah masalah pembelajaran yang dipilih untuk bahan PTK

Sebuah artikel kajian kritis  

11 

Perencanaan Tindakan

Merencanakan tindakan perbaikan pembelajaran.

Menentukan strategi/model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik topik yang akan diajarkan.

Menentukan media pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami topik yang akan diajarkan.

Menyusun silabus dan RPP.

Menyusun bahan ajar (LKS).

Menyusun instrumen penilaian (alat pengumpul data hasil belajar).

Mengembangkan instrumen observasi (mengumpulkan bukti atau data proses pembelajaran).

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 6 Feb.2010

Sebuah rencana tindakan perbaikan

 

Perangkat Silabus dan RPP untuk tindakan perbaikan

 

Instrumen pengumpulan data

 

LKS

 

Instrumen penilaian 

12 

Penyusunan Proposal

Menganalisis bagian-bagian proposal.

Menyusun proposal tindakan kelas. 

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 20 Feb.2010

Sebuah proposal PTK 

13 

Pelaksanaan Tindakan

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana tindakan.

Melaksanakan observasi pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi.

Melakukan diskusi refleksi berdasarkan hasil observasi pembelajaran.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP atau sekolah yang mengada-an open class

Sabtu, 6 Mar. 2010

Kumpulan lembar data observasi pembelajaran dalam open class

Sebuah case study hasil pelaksanaan pembelajaran 

14 

Analisis dan Interpretasi

Mengidentifikasi jenis data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan pembelajaran.

Menyajikan data hasil observasi pembelajaran sesuai dengan jenis data yang diperoleh.

Menganalisis data kuantitatif dengan menggunakan statistika deskriptif.

Menganalisis data kualitatif yang diperoleh dari hasil pembelajaran.

Menginterpretasikan data hasil analisis data kualitatif dan kuantitatif hasil pembelajaran.

Menarik kesimpulan dari data kualitatif dan kuantitatif hasil pembelajaran.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 20 Mar. 2010

Data hasil observasi dalam bentuk data kualitatif dan data kuantitatif

 

Sebuah deskripsi hasil analisis data sebagai bahan refleksi


 

15 

Refleksi dan Perencanaan Siklus 2

Mendeskripsikan hasil pelaksanaan rencana tindakan.

Menemukan kesimpulan tentang keberhasilan rencana tindakan.

Menjelaskan rencana tindak lanjut atau rencana tindakan berikutnya.

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu

Dosen LPTK 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 3 Apr. 2010

Sebuah deskripsi data hasil refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran

Sebuah rencana tindak lanjut siklus berikutnya 

16 

Penyusunan Laporan

Menghimpun data atau dokumen hasil pelaksanaan tindakan siklus 1 dan 2.

Menyusun laporan PTK

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah 

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 17 Apr. 2010

Data-data hasil PTK

Laporan PTK

17 

Penyusunan Laporan

Menuliskan abstrak penelitian.

Menuliskan hasil penelitian sesuai sistematika/komponen-komponen laporan PTK

Menilai laporan PTK sesuai kriteria penilaian laporan PTK yang dirujuk. 

Sembilan belas orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia peserta MGMP SMP Kecamatan Dusun Tengah

Ketua/Pengurus MGMP

Guru Pemandu 

SMP Negeri 1 Dusun Tengah 

Sabtu, 1 Mei 2010

Laporan PTK

Laporan  

 

 

Pengurus MGMP Rendra Bahasa Indonesia Kabupaten Barito Timur,

 

Ketua,

 

 

 

HAMDAN, S.Pd.

Sekretaris,

 

 

 

ASJONO

Mengetahui

Kepala Sekolah Inti,

 

 

 

H. SUHAINI, S.Pd

NIP 19520828 197803 1 010

Pemanfataan Hasil Kajian Kritis

M. Hasri dan Eddy Pahar Harahap (2009) menjelaskan bahwa kajian kritis dapat ditinjau dari dua cara, yakni kajian kritis secara teoretis dan kajian kritis terapan. Secara teoretis kajian kritis dapat ditinjau berdasarkan paradigma tertentu dan secara terapan kajian kritis dapat dilakukan untuk tujuan praktis, yakni tujuan pemanfaatan informasi yang ditemukan dalam suatu teks untuk keperluan tertentu.

Kritisisme secara teoretis sudah merupakan satu paradigma tersendiri dalam mengkaji suatu wacana. Paradigma kritisisme dapat diperbandingkan dengan dua paradigma lain dalam meninjau suatu wacana, yaitu paradigma positivisme dan paradigma interpretivisme.

Kajian kritis yang diuraikan di atas lebih mengarah ke kajian kritis yang bersifat teoretis. Kajian itu berfokus kepada bagaimana mengurai suatu wacana dalam hubungannya dengan wacana itu sendiri dan dalam kaitannya dengan lingkungan penciptaan wacana. Penjelasan kajian kritis yang bersifat terapan dijumpai dalam glosarium BBM bermutu.

Dalam glosarium BBM Generik dikemukakan bahwa kajian kritis merupakan suatu kegiatan membaca, menelaah, menganalisis suatu bacaan/artikel untuk memperoleh ide-ide, penjelasan, data-data pendukung yang mendukung pokok pikiran utama, serta memberikan komentar terhadap isi bacaan secara keseluruhan dari sudut pandang kepentingan pengkaji. Berdasarkan pengertian ini dapat dinyatakan bahwa kegiatan utama yang dilakukan dalam kajian kritis adalah pemahaman akan makna yang tertuang dalam suatu teks.

Kata kunci yang dijumpai dalam pengertian kajian kritis di atas adalah -membaca,

-menelaah,

-menganalisis,

-ide-ide,

-data pendukung,

-memberi komentar, dan

-sudut pandang kepentingan pengkaji

 

Pemanfaatan hasil kajian kritis tersebut adalah:

A.    Penelaahan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Sebagai Langkah Awal

B.    Kajian Kritis untuk Keperluan Praktis

C.    Pemilahan Pandangan Penggagas

D.    Identifikasi Strategi Penyajian Gagasan

E.    Pemanfaatan Kajian Kritis dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah

GLOSARIUM

Artikel    : tulisan yang memuat suatu gagasan atau suatu topik bersifat semipopuler

Kajian Kritis    : telaah yang dilakukan terhadap suatu teks dengan maksud memahami lebih dalam pada bentuk dan isi teks tersebut

Kajian Kritis Praktis    : telaah yang dilakukan terhadap suatu teks dengan tujuan untuk dimanfaatkan dalam menghasilkan suatu tulisan

Kajian Kritis Teoritis    : telaah yang dilakukan terhadap suatu teks dengan tujuan untuk mengapresia lebih jauh bentuk dan isi

Pengkritis    : Orang yang melakukan pengkajian kritis terhadap suatu teks dalam

PTK    : singkatan dari penelitian tindakan kelas, yaitu suatu jenis penelutian yang didesain untuk memperbaiki pembelajaran di dalam kelas dengan ciri utama pelaksanaan dilakukan lebih dari satu siklus

Telaah Isi    : kajian yang dilakukan untuk menangkap informasi dalam suatu teks

Telaah Bentuk    : Kajian yang dilakukan dengan penekanan pada cara penyajian gagasan.

 

Contoh Kajian Kritis Sederhana

Kajian Kritis Artikel/Opini “Iman, Akhlak Mulia, dan Kesehatan Jesmani”

karya (Svendriyati Asthari, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris nonreguler angkatan 2005)

Tahun 2007.

 

 

PERHATIAN ORANG TUA YANG BERLEBIHAN DAPAT MENJADIKAN

ANAK KURANG PERCAYA DIRI

Oleh : Hamdan

 

Keseimbangan IQ, EQ, dan SQ sangat berpengaruh terhadap pola pemikiran manusia sehingga bisa mendorong para orang tua dan pendidik untuk bekerjasama dalam membangun kepribadian anak sejak dini. Manajemen waktu sangat perlu dianut oleh orang tua ketika orang tua tidak mampu untuk membagi waktu. Harus ada pembagian yang tepat antara kesenangan pribadi dan memenuhi kebutuhan anak. Kebutuhan anak yang mendasar adalah pencarian jati diri sampai usia emas, yang meliputi perwatakan, bakat dan kepandaian, serta motivasi untuk melanjutkan kehidupan. Kebutuhan yang mendasar jika tidak terpenuhi tentunya akan mendatangkan banyak masalah. Masalah itu akan mempengaruhi keseimbangan EQ dan SQ. ketidak seimbangan IQ akan menjadikan penurunan IQ, setelah itu terjadi hormone stress.

Bertolak dari uraian di atas, dapat kita paparkan simpulan bahwa peran orang tua sangat mendominasi aspek perkembangan anak. Orang tua harus meluangkan kesempatan untuk memotivasi dan memenuhi kebutuhan anak agar dapat membantunya dalam perkembangan IQ, EQ, dan SQ yang seimbang. Kebutuhan yang mendasar jika tidak terpenuhi tentunya akan mendatangkan banyak masalah. Masalah itu akan mempengaruhi keseimbangan EQ dan SQ. ketidak seimbangan IQ akan menjadikan penurunan IQ, setelah itu terjadi hormon stress.

Kedewasaan seorang manusia dalam perkembangan dan perjalanan hidupnya sebenarnya bukan hanya dipengaruhi faktor keluarga saja, dalam hal ini orang tua di lingkungan rumah tangga. Akan tetapi, dipengaruhi juga oleh faktor lain seperti lingkungan pendidikan formal, maupun lingkungan sosial. Oleh sebab itu, tentu keseimbangan IQ, EQ, dan SQ juga memperoleh kontribusi yang ikut menentukan kedewasaan seseorang untuk sampai pada usia emas. Jadi kalau dikatakan pembentukan pribadi untuk menemukan jati diri sampai pada usia emas hanya ditentukan oleh peran orang tua sangatlah tidak dapat berterima.

Sebagai contoh, dalam kehidupan bersosial di masyarakat, kita sering menemukan bahwa anak yang tanpa orang tua ternyata dapat berkembang mencari jati dirinya. Keberhasilan ternyata dapat berkembang maksimal karena anak tersebut harus memenuhi kebutuhan pribadi dengan bekal dan atau modal pengenalan, gejala kehendak , gejala perasaan, atau bahkan campuran dari ketiganya yang harus dilakukan sendiri. Sebaliknya, anak yang mendapat perhatian penuh dari orang tua terkadang menimbulkan rasa kurang percaya diri. Hal ini mungkin karena kasih sayang yang berlebihan dari orang tua. Semua kebutuhan anak dipenuhi orang tua akan membuat anak menjadi manja.

Hari Ini, 07 November 2009

Sabtu, 7 November 2009, MGMP RENDRA SMPN 1 Dusun Tengah
Pertemuan kali ini kami membahas Materi Generik PTK. Antusias Bapak/Ibu Guru peserta patut dibanggakan, karena dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 peserta aktif mengikuti walaupun tidak sempat istirahat. Sebenarnya kami punya waktu 4 jam pelajaran tatap muka dengan alokasi 1 jam pelajaran 50 menit, namun hari ini ternyata kami mendapat materi tambahan dari Bapak Pengawas (Bernard S.) yang sedang melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan MGMP di Sekolah Inti SMP Negeri 1 Dusun Tengah. Banyak hal yang disampaikan Beliau, terutama sekali Beliau memberikan motivasi baik terhadap pengurus maupun kepada peserta agar dapat melakukan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan panduan menyesuaikan BBM Generik PTK 01 yaitu identifikasi masalah, penjelasan tujuan atau kompetensi yang perlu dikuasai, penjelasan model belajar bermutu, mengadakan kunjungan kelas selama 40 menit, mengumpulkan data observasi KBM dalam bentuk identifikasi masalah pembelajaran, mendiskusikan hasil observasi, berlatih menyusun case studi. Bersama anggota kelompok MGMP, serta merta ini kami kerjakan ….
Apakah harapan MGMP MODEL BERMUTU seperti itu?
DSC00402
DSC00378
Hari ini mari kita mulai optimalisasi kegiatan, mari mulai beraktivitas, mari mulai kerja, jangan menunggu, jangan ragu, jangan terpaku pada keadaan, harus segera, harus cepat, harus kreatif, inovatif, and happy. Mari kita menuju perubahan untuk kemajuan, untuk masa depan, profesionalisme yang handal. Siap tinggal landas, jangan tinggal di landasan.

Ingin Berbahasa Inggris Praktis?

Era globalisasi sekarang ini menuntut kita untuk lebih agresif dan kreatif. Ini merupakan modal untuk dapat bersaing dalam memenuhi tuntutan keadaan. Umpamanya saja kita menggunakan alat komunikasi seperti hand phone, banyak terdapat perintah atau pun petunjuk yang menggunakan bahasa Inggris. Mungkin banyak orang-orang yang secara tidak sadar bahwa dia telah menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya secara bercampur aduk dengan bahasa sehari-harinya.

Ini terbukti ketika saya berada di sebuah toko onderdil kendaraan, ada seorang tua yang mungkin tidak mengenal bahasa Inggris, telah menyebutkan kata, “Saya mau beli piston ring“. Padahal ini adalah bahasa Inggris, kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “cincin torak”.

Untuk itu, agar kita dapat belajar mandiri tanpa guru, kita dapat menggunakan kamus online. Ada banyak kamus online yang bisa kita kunjungi di internet, akan tetapi di sini saya hanya menginformasikan kamus online yang sering saya gunakan dengan alasan cepat dan mudah. Anda dapat berkomunikasi sambil menerjemahkan apa saja dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, atau sebaliknya dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Lanjutkan membaca

Asap Tebal Mengganggu Aktivitas Proses Belajar

Beginilah keadaan kabut asap yang menyelimuti daerah Kabupaten Barito Timur umumnya dan Kecamatan Dusun Tengah Khususnya Kota Ampah. Proses kegiatan belajar di sekolah terganggu, karena semakin siang asap yang menyelimuti daerah ini semakin menjadi. Pada hari senin, tanggal 28 September 2009, SMP Negeri 1 Dusun Tengah kembali memulai aktivitas belajar setelah libur akhir puasa dan Idul Fitri. Kegiatan upacara bendera terpaksa dilaksanakan di bawah kabut asap.
PICT0086
PICT0090
Sampai pada hari ini, Rabu, 30 September 2009. Kegiatan lain seperti pada pelajaran Pendidikan Jesmani dan Kesehatan. Berikut ini foto kegiatan olahraga di bawah kabut asap.
PICT0091
Setelah beberapa bulan terakhir, kemarau terus melanda daerah kabupaten barito timur khususnya dan Kalimantan tengah umumnya, kabut asap makin hari makin bertambah tebal. Memang untuk daerah kabupaten barito timur, khususnya kecamatan dusun tengah, ampah selama bualan ramadhan hanya pernah diguyur hujan satu kali. Itu pun tidak terlalu deras, sedangkan kebakaran hutan masih terus melanda dibeberapa desa. Entah berapa kerugian yang diderita masyarakat yang kebunnya terkena musibah kebakaran, seperti kebun karet, kebun rotan, dan lain-lain.
Dulu memang ada petani ladang berpindah yang setiap tahun melakukan pembakaran lahan, akan tetapi biasanya dilakukan secara gotong royong dan terkendali. Kebakaran hutan ini justru melanda kebun Lanjutkan membaca

Kegiatan Ramadhan

Secara bergiliran siswa SMP Negeri 1 Dusun Tengah berduyun-duyun menghadiri kegiatan selama bulan Ramadhan. Hal ini disebabkan karena kapasitas Mushola SMPN 1 Dusun Tengah tak mampu menampung seluruh siswa secara bersamaan. Sehingga, setiap hari satu kelas paralel saja yang hadir. Kegiatan dimulai tanggal 25 Agustus 2009, siswa yang hadir adalah siswa kelas IX, yakni dari IXa, IXb, IXc, IXd, IXe, dan IXf. Bersama para siswa hadir pula Bapak dan Ibu Guru yang beragama Islam serta Tenaga Kependidikan Lainnya.
PICT0010
Demikian pula pada hari berikutnya, tanggal 26 Agustus 2009, kelas yang hadir adalah kelas VIII. Sama halnya kelas IX, semua siswa kelas VIII yang Muslim hadir pada acara tersebut. Materi kegiatan dari pagi hingga siang diisi sama seperti materi yang ditempuh oleh siswa kelas IX. Perbedaan hanya pada penekanan dan kedalaman isi materi kegiatan.

Lanjutkan membaca